Krjogja.com – YOGYA – Sebanyak 130 siswa SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta resmi dinyatakan lulus 100 persen dalam prosesi Purna Siswa yang digelar di Tasneem Hotel Malioboro, Selasa (12/5/2026). Tak sekadar mengantongi ijazah, para lulusan dari enam jurusan unggulan ini dipastikan siap bersaing mengisi pos dunia kerja, melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, hingga merintis wirausaha mandiri.
Acara pelepasan berlangsung semarak dengan penampilan kolaborasi seni antarkelas serta pidato trilingual (Arab, Inggris, Indonesia) oleh lulusan terbaik dari Jurusan TKJ, Mufti Afriza Lazuardi Purwanto. Hadir dalam acara tersebut, Ketua PDM Kota Yogyakarta, Aris Madani dan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY, Achmad Muhammad.
Momentum ini menjadi penanda komitmen SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta dalam melahirkan SDM unggul yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
Ketua Panitia Purna Siswa SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Dewi Retnaningsih, merinci para lulusan berasal dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Animasi, Desain Komunikasi Visual (DKV), Akuntansi, dan Broadcasting.
Pihaknya mengaku bangga karena pencapaian ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti nyata kesiapan mental dan keterampilan siswa. “Ada yang sudah bekerja, kuliah, dan juga berwirausaha. Kami ucapkan selamat dan sukses untuk kalian yang telah berhasil menyelesaikan proses pembelajaran,” ujarnya.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Widi Astuti, menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam menjamin mutu lulusan. Para alumnus telah dibekali karakter tangguh agar mampu memberikan kontribusi nyata saat kembali ke tengah masyarakat.
“Jadilah generasi yang siap berkarya, siap bersaing, dan siap menjadi kebanggaan bangsa dengan keberanian untuk terus mencoba. Lulus 100 persen, dengan kebanggaan ribuan persen,” tegas Widi.
Ketua Komite SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Kuat Utomo, turut mengapresiasi prestasi para siswa, namun ia mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya baru saja dimulai. Menurutnya, persaingan memperebutkan posisi di dunia kerja maupun kursi perguruan tinggi menuntut alumnus untuk terus meningkatkan kompetensi diri.
Senada dengan hal itu, Ketua PDM Kota Yogyakarta, Aris Madani, menitipkan pesan agar para lulusan tetap menjaga integritas moral di mana pun mereka berada. Ia menekankan bahwa keberhasilan karier harus berjalan beriringan dengan ketaatan ibadah sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan.
“Kamu boleh lepas seragam sekolah, tapi jangan pernah lepas nilai-nilai Muhammadiyah yakni jujur, amanah, kerja keras, dan berkemajuan,” ucap Aris.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY, Achmad Muhammad, menambahkan bahwa esensi pendidikan adalah menyalakan api semangat untuk terus belajar sepanjang hayat. Mengingat dunia kerja terus berubah secara dinamis, para alumnus diminta tidak cepat berpuas diri dengan ilmu yang sudah didapatkan di bangku sekolah. (Dev)